Generasi Strawberry dan Harapan Indonesia Emas 2024

7
Ilustrasi Generasi Stroberi

StevanusChristianHandoko.Com – Anak muda di Indonesia saat ini menjadi populasi yang dominan. Anak muda generasi millennial dan Generasi Z sangat dekat dengan teknologi. Menjadi generasi yang mendorong transformasi digital di berbagai sektor.

Mereka menjadi kalangan yang mudah mengakses berbagai informasi dari kemudahaan yang dihadirkan berbagai perangkat digital. Tidak heran saat ini kalangan generasi millennial dan generasi z lekat dengan istilah generasi yang kreatif, inovatif yang memanfaatkan berbagai keterbatasan menjadi peluang dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membuat generasi ini memiliki berbagai referensi untuk memulai mewujudkan gagasan-gagasan baru. Berkarya serasa tanpa sekat dan menembus batasan dan berkolaborasi lintas wilayah seakan tidak ada pemisah antar mereka.

Akibat banjir informasi, kemudahan mengakses juga perlu adanya perhatian khusus. Peningkatan dalam literasi digital diperlukan. Jangan sampai kondisi demikian menjadi permasalahan tersendiri seperti bermunculan informasi bias, informasi tidak tepat, informasi yang mengandung hoax namun juga menjadi referensi yang digunakan generasi millennial dan generasi z.

Istilah generasi millennial, generasi z kemudian saat ini muncul istilah baru yang menggambarkan karakteristik generasi z. Generasi Strawberry, generasi yang kreatif, inovatif namun cukup rapuh dalam menghadapi kondisi kehidupan yang sangat cepat berubah.

Istilah ini ditujukan pada sebagian generasi baru yang lunak seperti buah strawberry. Pada dasarnya, generasi ini disebut penuh dengan gagasan kreatif namun rapuh, mudah menyerah, memiliki daya juang yang rendah. Sifat dan karakteristik ini diidentikkan dengan buah stroberi yang indah di luar namun gampang hancur begitu diberi sedikit tekanan.

Generasi strawberry menjadi generasi yang mudah mendapatkan tekanan di usia nya. Sebagai contoh banjir tampilan usia muda sudah nampak ideal, memiliki pekerjaan yang baik, jabatan yang tinggi, nikah muda, memiliki gaya hidup konsumtif dan menampilkan lebih kepada “pamer diri” di sosial media. Informasi kesemuan menjadikan dorongan kepada generasi strawberry menjadi Overthinking. Sosial media yang dekat dalam kehidupan keseharian nampak menunjukan kesemuan, hanya menampilkan versi terbaik dari masing-masing individu ketika ditanyakan dalam sosial media. Tanpa kemampuan memfilter informasi hal ini menimbulkan kecemasan yang berlebihan.

Selain lingkungan ekternal semacam itu yang menimbulkan kecemasan dan kerapuhan diri generasi z, faktor dari lingkungan keluarga ternyata juga menjadi bagian yang mempengaruhi kondisi rapuhnya generasi z saat ini. Orang tua yang over dalam berekspektasi terhadap anak menjadi beban. Tanpa dorongan dan fasilitasi yang sesuai orang tua terlalu berharap anak mereka bisa melebihi kondisi pencapaian orang tua.

Kondisi semacam ini menjadi keresahan tersendiri ketika kita mengetahui bahwa Indonesia Emas 2045 akan diisi oleh generasi z yang saat ini ternyata dirudung hal-hal yang menyebabkan kerapuhan diri dalam menghadapi tantangan.

Anak muda generasi z yang erat dengan kehidupan digital sebenernya mudah mengakses berbagai informasi yang bermanfaat dan dapat digunakan juga sebagai informasi yang relevan untuk mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan dalam kehidupannya dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Sebagai salah satu kunci penting ternyata peningkatan literasi digital perlu juga dilakukan agar generasi z mampu untuk dapat memfilter informasi yang membanjirinya. Dapat memilah dan memilih informasi yang sesuai.

Sebagai generasi yang dekat dengan generasi z, tampaknya perlu juga ada kolaborasi antar generasi untuk dapat berkembang secara bersama. Generasi z perlu berkolaborasi meningkatkan kemampuan dan melatih diri agar siap dalam menghadapi berbagai tantangan di era distrupsi akibat pesatnya tranformasi digital. Generasi lebih tua yang terkenal lebih tangguh secara mental dapat memberikan pendampingan kepada generasi muda, transfer knowledge, dan diharapkan juga untuk bisa memberi teladan yang nyata mengenai kekuatan menghadapi tekanan.

Dengan adanya kolaborasi, bonus demografi di Indonesia bisa benar-benar dimanfaatkan untuk menuju Indonesia Emas 2045 yang lebih sejahtera dan Istimewa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here