SUMBU FILOSOFI YOGYAKARTA

21
Dr. Raden Stevanus C. Handoko S.Kom., MM ngobrolin Tentang Sumbu Filosofi Yogyakarta

StevanusChristianHandoko.Com – Keraton Yogyakarta, Tugu Golong-Gilig, dan Panggung Krapyak adalah tiga titik yang membentuk Sumbu Filosofi Yogyakarta. Sumbu ini merupakan representasi dari asal dan tujuan hidup dalam konsepsi Jawa, mengacu pada bentang alam seperti gunung, laut, sungai, dan daratan.

Meskipun sebenarnya Laut Selatan, Keraton Yogyakarta, dan Gunung Merapi tidak berada dalam satu garis lurus, poros bentang alam ketiganya disebut sebagai sumbu imajiner.

Sumbu ini juga melambangkan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Dalam filosofi Jawa, sumbu ini menggambarkan perjalanan siklus hidup manusia, mulai dari lahir, tumbuh dewasa, menikah, hingga melahirkan anak. Vegetasi yang tumbuh di sepanjang sumbu ini juga memiliki makna filosofis, seperti Pohon Beringin yang melambangkan kedewasaan, Pohon Pakel dan Pohon Kweni yang melambangkan keberanian, dan Pohon Gayam yang melambangkan ketenangan dan perkembangan.

Harapannya bahwa dengan ditetapkannya Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai upaya pelestarian budaya jati diri Yogyakarta dan meningkatkan nilai pariwisata dan perekonomian masyarakat.

DR. R. STEVANUS C. HANDOKO, S.KOM., MM
Anggota DPRD DIY – Komisi D

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here